Selasa, 14 Januari 2014

Metode Pembelajaran Sejarah

Metode yang dipergunakan agar guru mendapat perhatian serta tujuan pembelajaran dapat tercapai, terlebih dalam mempelajari mata pelajaran sejarah. Mata pelajaran sejarah adalah sebuah ilmu yang mempelajari masa lalu dan terkesan membosankan. Guru harus memilih metode yang paling tepat digunakan. Ada berbagai metode pembelajaran, diantaranya:



1. Metode Ceramah (Preaching Method)
            Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Muhibbin Syah, (2000). Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa.
Beberapa kelemahan metode ceramah adalah :
a. Membuat siswa pasif
b. Mengandung unsur paksaan kepada siswa
c. Mengandung daya kritis siswa ( Daradjat, 1985)
d. Anak didik yang lebih tanggap dari visi visual akan menjadi rugi dan anak didik yang lebih tanggap auditifnya dapat lebih besar menerimanya.
e. Sukar mengontrol sejauhmana pemerolehan belajar anak didik.
f. Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata).
g. Bila terlalu lama membosankan.(Syaiful Bahri Djamarah, 2000)
Beberapa kelebihan metode ceramah adalah :
a. Guru mudah menguasai kelas.
b. Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar
c. Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar.
d. Mudah dilaksanakan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

2. Metode diskusi ( Discussion method )
            Muhibbin Syah ( 2000 ), mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama ( socialized recitation ).
Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk :
a. Mendorong siswa berpikir kritis.
b. Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas.
c. Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memecahkan masalah bersama.
d. Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdsarkan pertimbangan yang seksama.
Kelebihan metode diskusi sebagai berikut :
a. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan
b. Menyadarkan ank didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik.
c. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap toleransi. (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)
Kelemahan metode diskusi sebagai berikut :
a. tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar.
b. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas.
c. Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.
d. Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

3. Metode Karya Wisata
            Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh pendidik, yang kemudian dibukukan.
Kelebihan metode karyawisata sebagai berikut :
a. Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran.
b. Membuat bahan yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat.
c. Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak.
Kekurangan metode karyawisata sebagai berikut :
a. Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak.
b. Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang.
c. Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama, sedangkan unsur studinya terabaikan.
d. Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak didik di lapangan.
e. Biayanya cukup mahal.
f. Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata dan keselamatan anak didik, terutama karyawisata jangka panjang dan jauh.
            Kadang-kadang dalam proses belajar mengajar siswa perlu diajak ke luar sekolah, untuk meninjautempat tertentu atau obyek yang lain. Menurut Roestiyah (2001:85) , karya wisata bukan sekedar rekreasi, tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya dengan melihat kenyataannya. Karena itu dikatakan teknik karya wisata, ialah cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu seperti meninjau pabrik sepatu, suatu bengkel mobil, toko serba ada, dan sebagainya.
            Menurut Roestiyah (2001:85) ,teknik karya wisata ini digunakan karena memiliki tujuan sebagai berikut: Dengan melaksanakan karya wisata diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dari obyek yang dilihatnya, dapat turut menghayati tugas pekerjaan milik seseorang serta dapat bertanya jawab mungkin dengan jalan demikian mereka mampu memecahkan persoalan yang dihadapinya dalam pelajaran, ataupun pengetahuan umum. Juga mereka bisa melihat, mendengar, meneliti dan mencoba apa yang dihadapinya, agar nantinya dapat mengambil kesimpulan, dan sekaligus dalam waktu yang sama ia bisa mempelajari beberapa mata pelajaran.
            Agar penggunaan teknik karya wisata dapat efektif, maka pelaksanaannya perlu memeperhatikan langkah-langkah sebagai berikut: (a) Persiapan, dimana guru perlu menetapkan tujuan pembelajaran dengan jelas, mempertimbangkan pemilihan teknik, menghubungi pemimpin obyek yang akan dikunjungi untuk merundingkan segala sesuatunya, penyusunan rencana yang masak, membagi tugas-tugas, mempersiapkan sarana, pembagian siswa dalam kelompok, serta mengirim utusan, (b) Pelaksanaan karya wisata, dimana pemimpin rombongan mengatur segalanya dibantu petugas-petugas lainnya, memenuhi tata tertib yang telah ditentukan bersama, mengawasi petugas-petugas pada setiap seksi, demikian pula tugas-tugas kelompok sesuai dengan tanggungjawabnya, serta memberi petunjuk bila perlu, (c) Akhir karya wisata, pada waktu itu siswa mengadakan diskusi mengenai segala hal hasil karya wisata, menyusun laporan atau paper yang memuat kesimpulan yang diperoleh, menindaklanjuti hasil kegiatan karya wisata seperti membuat grafik, gambar, model-model, diagram, serta alat-alat lain dan sebagainya.
            Karena itulah teknik karya wisata dapat disimpulkan memiliki keunggulan sebagai berikut: (a) Siswa dapat berpartisispasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para petugas pada obyek karya wisata itu, serta mengalami dan menghayati langsung apa pekerjaan mereka. Hal mana tidak mungkin diperoleh disekolah, sehingga kesempatan tersebut dapat mengembangkan bakat khusus atau ketrampilan mereka, (b) Siswa dapat melihat berbagai kegiatan para petugas secara individu maupun secara kelompok dan dihayati secara langsung yang akan memperdalam dan memperluas pengalaman mereka, (c) dalam kesempatan ini siswa dapat bertanya jawab, menemukan sumber informasi yang pertama untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi, sehingga mungkin mereka menemukan bukti kebenaran teorinya, atau mencobakan teorinya ke dalam praktek, (d) Dengan obyek yang ditinjau itu siswa dapat memperoleh bermacam-macam pengetahuan dan pengalaman yang terintegrasi, yang tidak terpisah-pisah dan terpadu.
            Penggunaan teknik karya wisata ini masih juga ada keterbatasan yang perlu diperhatikan atau diatasi agar pelaksanaan teknik ini dapat berhasil guna dan berdaya guna, ialah sebagai berikut: Karya wisata biasanya dilakukan di luar sekolah, sehingga mungkin jarak tempat itu sangat jauh di luar sekolah, maka perlu mempergunakan transportasi, dan hal itu pasti memerlukan biaya yang besar. Juga pasti menggunakan waktu yang lebih panjang daripada jam sekolah, maka jangan sampai mengganggu kelancaran rencana pelajaran yang lain. Biaya yang tinggi kadang-kadang tidak terjangkau oleh siswa maka perlu bantuan dari sekolah. Bila tempatnya jauh, maka guru perlu memikirkan segi keamanan, kemampuan pihak siswa untuk menempuh jarak tersebut, perlu dijelaskan adanya aturan yang berlaku khusus di proyek ataupun hal-hal yang berbahaya.
            Suhardjono (2004:85) mengungkapkan bahwa metode karya wisata (field-trip) memiliki keuntungan: (a) Memberikan informasi teknis, kepada peserta secara langsung, (b) Memberikan kesempatan untuk melihat kegiatan dan praktik dalam kenyataan atau pelaksanaan yang sebenarnya, (c) Memberikan kesempatan untuk lebih menghayati apa yang dipelajari sehingga lebih berhasil, (d) membei kesempatan kepada peserta untuk melihat dimana peserta ditunjukkan kepada perkembangan teknologi mutakhir.
            Sedangkan kekurangan metode Field Trip menurut Suhardjono (2004:85) adalah: (a) Memakan waktu bila lokasi yang dikunjungi jauh dari pusat latihan, (b) Kadang-kadang sulit untuk mendapat ijin dari pimpinan kerja atau kantor yang akan dikunjungi, (c) Biaya transportasi dan akomodasi mahal.
Menurut Djamarah (2002:105), pada saat belajar mengajar siswa perlu diajak ke luar sekolah, untuk meninjau tempat tertentu atau obyek yang lain. Hal itu bukan sekedar rekreasi tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya dengan melihat kenyataannya. Karena itu, dikatakan teknik karya wisata, yang merupakan cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu seperti meninjau pegadaian. Banyak istilah yang dipergunakan pada metode karya wisata ini, seperti widya wisata, study tour, dan sebagainya. Karya wisata ada yang dalam waktu singkat, dan ada pula yang dalam waktu beberapa hari atau waktu panjang.
            Metode karya wisata mempunyai beberapa kelebihan yaitu: (a) Karya wisata memiliki prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran, (b) Membuat apa yang dipelajari di sekolah lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan di masyarakat, (c) Pengajaran serupa ini dapat lebih merangsang kreativitas siswa, (d) Informasi sebagai bahan pelajaran lebih luas dan aktual.
            Kekurangan metode karya wisata adalah: (a) Fasilitas yang diperlukan dan biaya yang diperlukan sulit untuk disediakan oleh siswa atau sekolah, (b) Sangat memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang, (c) memerlukan koordinasi dengan guru-guru bidang studi lain agar tidak terjadi tumpang tindih waktu dan kegiatan selama karya wisata, (d) dalam karya wisata sering unsure rekreasi menjadi lebih prioritas daripada tujuan utama, sedang unsure studinya menjadi terabaikan, (e) Sulit mengatur siswa yang banyak dalam perjalanan dan mengarahkan mereka kepada kegiatan studi yang menjadi permasalahan.
            Metode field trip atau karya wisata menurut Mulyasa (2005:112) merupakan suatu perjalanan atau pesiar yang dilakukan oleh peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar, terutama pengalaman langsung dan merupakan bagian integral dari kurikulum sekolah. Meskipun karya wisata memiliki banyak hal yang bersifat non akademis, tujuan umum pendidikan dapat segera dicapai, terutama berkaitan dengan pengembangan wawasan pengalaman tentang dunia luar.
            Sebelum karya wisata digunakan dan dikembangkan sebagai metode pembelajaran, hal-hal yang perlu diperhatikan menurut Mulyasa (2005:112) adalah: (a) Menentukan sumber-sumber masyarakat sebagai sumber belajar mengajar, (b) Mengamati kesesuaian sumber belajar dengan tujuan dan program sekolah, (c) Menganalisis sumber belajar berdasarkan nilai-nilai paedagogis, (d) Menghubungkan sumber belajar dengan kurikulum, apakah sumber-sumber belajar dalam karyawisata menunjang dan sesuai dengan tuntutan kurikulum, jika ya, karya wisata dapat dilaksanakan, (e) membuat dan mengembangkan program karya wisata secara logis, dan sistematis, (f) Melaksanakan karya wisata sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, dengan memperhatikan tujuan pembelajaran, materi pelajaran, efek pembelajaran, serta iklim yang kondusif. (g) Menganalisis apakah tujuan karya wisata telah tercapai atau tidak, apakah terdapat kesulitan-kesulitan perjalanan atau kunjungan, memberikan surat ucapan terima kasih kepada mereka yang telah membantu, membuat laporan karyawisata dan catatan untuk bahan karya wisata yang akan datang.

4. Metode Discovery
            Salah satu metode mengajar yang akhir-akhir ini banyak digunakan di sekolah-sekolah yang sudah maju adalah metode discovery, hal itu disebabkan karena metode discovery ini: (a) Merupakan suatu cara untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif, (b) Dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan setia dan tahan lama dalam ingatan, tidak akan mudah dilupakan siswa, (c) Pengertian yang ditemukan sendiri merupakan pengertian yang betul-betul dikuasai dan mudah digunakan atau ditransfer dalam situasi lain, (d) Dengan menggunakan strategi penemuan, anak belajar menguasai salah satu metode ilmiah yang akan dapat dikembangkannya sendiri, (e) dengan metode penemuan ini juga, anak belajar berfikir analisis dan mencoba memecahkan probela yang dihadapi sendiri, kebiasaan ini akan ditransfer dalam kehidupan bermasyarakat.
            Dengan demikian diharapkan metode discovery ini lebih dikenal dan digunakan di dalam berbagai kesempatan proses belajar mengajar yang memungkinkan.
            Metode Discovery menurut Suryosubroto (2002:192) diartikan sebagai suatu prosedur mengajar yang mementingkan pengajaran perseorangan, manipulasi obyek dan lain-lain, sebelum sampai kepada generalisasi.
            Metode Discovery merupakan komponen dari praktek pendidikan yang meliputi metode mengajar yang memajukan cara belajar aktif, beroreientasi pada proses, mengarahkan sendiri, mencari sendiri dan reflektif. Menurut Encyclopedia of Educational Research, penemuan merupakan suatu strategi yang unik dapat diberi bentuk oleh guru dalam berbagai cara, termasuk mengajarkan ketrampilan menyelidiki dan memecahkan masalah sebagai alat bagi siswa untuk mencapai tujuan pendidikannya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa metode discovery adalah suatu metode dimana dalam proses belajar mengajar guru memperkenankan siswa-siswanya menemukan sendiri informasi yang secara tradisional biasa diberitahukan atau diceramahkan saja.
            Suryosubroto (2002:193) mengutip pendapat Sund (1975) bahwa discovery adalah proses mental dimana siswa mengasimilasi sesuatu konsep atau sesuatu prinsip. Proses mental tersebut misalnya mengamati, menggolong-golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan, dan sebagainya.
           Langkah-langkah pelaksanaan metode penemuan menurut Suryosubroto (2002:197) yang mengutip pendapat Gilstrap (1975) adalah: (a) Menilai kebutuhan dan minat siswa, dan menggunakannya sebagai dasar untuk menentukan tujuan yang berguna dan realities untuk mengajar dengan penemuan, (b) Seleksi pendahuluan atas dasar kebutuhan dan minat siswa, prinsip-prinsip, generalisasi, pengertian dalam hubungannya dengan apa yang akan dipelajarai, (c) Mengatur susunan kelas sedemikian rupa sehingga memudahkan terlibatnya arus bebas pikiran siswa dalam belajar dengan penemuan, (d) Berkomunikasi dengan siswa akan membantu menjelaskan peranan penemuan, (e) menyiapkan suatu situasi yang mengandung masalah yang minta dipecahkan, (f) Mengecek pengertian siswa tentang maslah yang digunakan untuk merangsang belajar dengan penemuan, (g) Menambah berbagai alat peraga untuk kepentingan pelaksanaan penemuan, (h) memberi kesempatan kepada siswa untuk bergiat mengumpulkan dan bekerja dengan data, misalnya tiap siswa mempunyai data harga bahan-bahan pokok dan jumlah orang yang membutuhkan bahan-bahan pokok tersebut, (i) Mempersilahkan siswa mengumpulkan dan mengatur data sesuai dengan kecepatannya sendiri, sehingga memperoleh tilikan umum, (j) Memberi kesempatan kepada siswa melanjutkan pengalaman belajarnya, walaupun sebagian atas tanggung jawabnya sendiri, (k) memberi jawaban dengan cepat dan tepat sesuai dengan data dan informasi bila ditanya dan diperlukan siswa dalam kelangsungan kegiatannya, (l) Memimpin analisisnya sendiri melalui percakapan dan eksplorasinya sendiri dengan pertanyaan yang mengarahkan dan mengidentifikasi proses, (m) Mengajarkan ketrampilan untuk belajar dengan penemuan yang diidentifikasi oleh kebutuhan siswa, misalnya latihan penyelidikan, (n) Merangsang interaksi siswa dengan siswa, misalnya merundingkan strategi penemuan, mendiskusikan hipotesis dan data yang terkumpul, (o) Mengajukan pertanyaan tingkat tinggi maupun pertanyaan tingkat yang sederhana, (p) Bersikap membantu jawaban siswa, ide siswa, pandanganan dan tafsiran yang berbeda. Bukan menilai secara kritis tetapi membantu menarik kesimpulan yang benar, (q) Membesarkan siswa untuk memperkuat pernyataannya dengan alas an dan fakta, (r) Memuji siswa yang sedang bergiat dalam proses penemuan, misalnya seorang siswa yang bertanya kepada temannya atau guru tentang berbagai tingkat kesukaran dan siswa siswa yang mengidentifikasi hasil dari penyelidikannya sendiri, (s) membantu siswa menulis atau merumuskan prinsip, aturan ide, generalisasi atau pengertian yang menjadi pusat dari masalah semula dan yang telah ditemukan melalui strategi penemuan, (t) Mengecek apakah siswa menggunakan apa yang telah ditemukannya, misalnya teori atau teknik, dalam situasi berikutnya, yaitu situasi dimana siswa bebas menentukan pendekatannya.
            Sedangkan langkah-langkah menurut Richard Scuhman yang dikutip oleh Suryosubroto (2002:199) adalah : (a) identifikasi kebutuhan siswa, (b) Seleksi pendahuluan terhadap prinsip-prinsip, pengertian, konsep dan generalisasi yang akan dipelajari, (c) Seleksi bahan, dan problema serta tugas-tugas, (d) Membantu memperjelas problema yang akan dipelajari dan peranan masing-masing siswa, (e) Mempersiapkan setting kelas dan alat-alat yang diperlukan, (f) Mencek pemahaman siswa terhadap masalah yang akan dipecahkan dan tugas-tugas siswa, (g) Memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan penemuan, (h) Membantu siswa dengan informasi, data, jika diperlukan oleh siswa, (i) memimpin analisis sendiri dengan pertanyaan yang mengarahkan dan mengidentifikasi proses, (j) Merangsang terjadinya interaksi antar siswa dengan siswa, (k) memuji dan membesarkan siswa yang bergiat dalam proses penemuan, (l) Membantu siswa merumuskan prinsip-prinsip dan generalisasi atas hasil penemuannya.
            Metode discovery memiliki kebaikan-kebaikan seperti diungkapkan oleh Suryosubroto (2002:200) yaitu: (a) Dianggap membantu siswa mengembangkan atau memperbanyak persediaan dan penguasaan ketrampilan dan proses kognitif siswa, andaikata siswa itu dilibatkan terus dalam penemuan terpimpin. Kekuatan dari proses penemuan datang dari usaha untuk menemukan, jadi seseorang belajar bagaimana belajar itu, (b) Pengetahuan diperoleh dari strategi ini sangat pribadi sifatnya dan mungkin merupakan suatu pengetahuan yang sangat kukuh, dalam arti pendalaman dari pengertian retensi dan transfer, (c) Strategi penemuan membangkitkan gairah pada siswa, misalnya siswa merasakan jerih payah penyelidikannya, menemukan keberhasilan dan kadang-kadang kegagalan, (d) metode ini memberi kesempatan kepada siswa untuk bergerak maju sesuai dengan kemampuannya sendiri, (e) metode ini menyebabkan siswa mengarahkan sendiri cara belajarnya sehingga ia lebih merasa terlibat dan bermotivasi sendiri untuk belajar, paling sedikit pada suatu proyek penemuan khusus, (f) Metode discovery dapat membantu memperkuat pribadi siswa dengan bertambahnya kepercayaan pada diri sendiri melalui proses-proses penemuan. Dapat memungkinkan siswa sanggup mengatasi kondisi yang mengecewakan, (g) Strategi ini berpusat pada anak, misalnya memberi kesempatan pada siswa dan guru berpartisispasi sebagai sesame dalam situasi penemuan yang jawaban nya belum diketahui sebelumnya, (h) Membantu perkembangan siswa menuju skeptisssisme yang sehat untuk menemukan kebenaran akhir dan mutlak.
            Kelemahan metode discovery Suryosubroto (2002:2001) adalah: (a) Dipersyaratkan keharusan adanya persiapan mental untuk cara belajar ini. Misalnya siswa yang lamban mungkin bingung dalam usanya mengembangkan pikirannya jika berhadapan dengan hal-hal yang abstrak, atau menemukan saling ketergantungan antara pengertian dalam suatu subyek, atau dalam usahanya menyusun suatu hasil penemuan dalam bentuk tertulis. Siswa yang lebih pandai mungkin akan memonopoli penemuan dan akan menimbulkan frustasi pada siswa yang lain, (b) Metode ini kurang berhasil untuk mengajar kelas besar. Misalnya sebagian besar waktu dapat hilang karena membantu seorang siswa menemukan teori-teori, atau menemukan bagaimana ejaan dari bentuk kata-kata tertentu. (c) Harapan yang ditumpahkan pada strategi ini mungkin mengecewakan guru dan siswa yang sudahy biasa dengan perencanaan dan pengajaran secara tradisional, (d) Mengajar dengan penemuan mungkin akan dipandang sebagai terlalu mementingkan memperoleh pengertian dan kurang memperhatikan diperolehnya sikap dan ketrampilan. Sedangkan sikap dan ketrampilan diperlukan untuk memperoleh pengertian atau sebagai perkembangan emosional sosial secara keseluruhan, (e) dalam beberapa ilmu, fasilitas yang dibutuhkan untuk mencoba ide-ide, mungkin tidak ada, (f) Strategi ini mungkin tidak akan memberi kesempatan untuk berpikir kreatif, kalau pengertian-pengertian yang akan ditemukan telah diseleksi terlebih dahulu oleh guru, demikian pula proses-proses di bawah pembinaannya. Tidak semua pemecahan masalah menjamin penemuan yang penuh arti.
            Metode Discovery menurut Rohani (2004:39) adalah metode yang berangkat dari suatu pandangan bahwa peserta didik sebagai subyek di samping sebagai obyek pembelajaran. Mereka memiliki kemampuan dasar untuk berkembang secara optimal sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.
            Proses pembelajaran harus dipandang sebagai suatu stimulus atau rangsangan yang dapat menantang peserta didik untuk merasa terlibat atau berpartisipasi dalam aktivitas pembelajaran. Peranan guru hanyalah sebagai fasilitator dan pembimbing atau pemimpin pengajaran yang demokratis, sehingga diharapkan peserta didik lebih banyak melakukan kegiatan sendiri atau dalam bentuk kelompok memecahkan masalah atas bimbingan guru.
            Ada lima tahap yang harus ditempuh dalam metode discovery menurut Rohani(2004:39) yaitu: (a) Perumusan masalah untuk dipecahkan peserta didik, (b) Penetapan jawaban sementara atau pengajuan hipotesis, (c) Peserta didik mencari informasi , data, fakta, yang diperlukan untuk menjawab atau memecahkan masalah dan menguji hipotesis, (d) Menarik kesimpulan dari jawaban atau generalisasi, (e) Aplikasi kesimpulan atau generalisasidalam situasi baru.
            Metode Discovery menurut Roestiyah (2001:20) adalah metode mengajar mempergunakan teknik penemuan. Metode discovery adalah proses mental dimana siswa mengasimilasi sesuatu konsep atau sesuatu prinsip. Proses mental tersebut misalnya mengamati, menggolong-golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan, dan sebagainya. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri, guru hanya membimbing dan memberikan instruksi.
            Pada metode discovery, situasi belajar mengajar berpindah dari situasi teacher dominated learning menjadi situasi student dominated learning. Dengan pembelajaran menggunakan metode discovery, maka cara mengajar melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat dengan diskusi, seminar, membaca sendiri dan mencoba sendiri, agar anak dapat belajar sendiri.
            Penggunaan metode discovery ini guru berusaha untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar. Sehingga metode discovery menurut Roestiyah (2001:20) memiliki keunggulan sebagai berikut: (a) Teknik ini mampu membantu siswa untuk mengembangkan, memperbanyak kesiapan, serta panguasaan ketrampilan dalam proses kognitif/ pengenalan siswa, (b) Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi / individual sehingga dapat kokoh atau mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut, (c) Dapat meningkatkan kegairahan belajar para siswa.
Metode discovery menurut Mulyasa (2005:110) merupakan metode yang lebih menekankan pada pengalaman langsung. Pembelajaran dengan metode penemuan lebih mengutamakan proses daripada hasil belajar.
            Cara mengajar dengan metode discovery menurut Mulyasa (2005:110) menempuh langkah-langkah sebagai berikut: (a) Adanya masalah yang akan dipecahkan, (b) Sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif peserta didik, (c) Konsep atau prinsip yang harus ditemukan oleh peserta didik melalui kegiatan tersebut perlu dikemukakan dan ditulis secara jelas, (d) harus tersedia alat dan bahan yang diperlukan, (e) Sususnan kelas diatur sedemian rupa sehingga memudahkan terlibatnya arus bebas pikiran peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar, (f) Guru harus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengumpulkan data, (g) Guru harus memberikan jawaban dengan tepat dengan data serta informasi yang diperlukan peserta didik.

5. Metode Inquiry
            Metode inquiry adalah metode yang mampu menggiring peserta didik untuk menyadari apa yang telah didapatkan selama belajar. Inquiry menempatkan peserta didik sebagai subyek belajar yang aktif (Mulyasa , 2003:234).
            Kendatipun metode ini berpusat pada kegiatan peserta didik, namun guru tetap memegang peranan penting sebagai pembuat desain pengalaman belajar. Guru berkewajiban menggiring peserta didik untuk melakukan kegiatan. Kadang kala guru perlu memberikan penjelasan, melontarkan pertanyaan, memberikan komentar, dan saran kepada peserta didik. Guru berkewajiban memberikan kemudahan belajar melalui penciptaan iklim yang kondusif, dengan menggunakan fasilitas media dan materi pembelajaran yang bervariasi.
            Inquiry pada dasarnya adalah cara menyadari apa yang telah dialami. Karena itu inquiry menuntut peserta didik berfikir. Metode ini melibatkan mereka dalam kegiatan intelektual. Metode ini menuntut peserta didik memproses pengalaman belajar menjadi suatu yang bermakna dalam kehidupan nyata. Dengan demikian , melalui metode ini peserta didik dibiasakan untuk produktif, analitis , dan kritis. Macam Metode Pembelajaran.
            Langkah-langkah dalam proses inquiry adalah menyadarkan keingintahuan terhadap sesuatu, mempradugakan suatu jawaban, serta menarik kesimpulan dan membuat keputusan yang valid untuk menjawab permasalahan yang didukung oleh bukti-bukti. Berikutnya adalah menggunakan kesimpulan untuk menganalisis data yang baru (Mulyasa, 2005:235).
            Strategi pelaksanaan inquiry adalah: (1) Guru memberikan penjelasan, instruksi atau pertanyaan terhadap materi yang akan diajarkan. (2) Memberikan tugas kepada peserta didik untuk menjawab pertanyaan, yang jawabannya bisa didapatkan pada proses pembelajaran yang dialami siswa. (3) Guru memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang mungkin membingungkan peserta didik. (4) Resitasi untuk menanamkan fakta-fakta yang telah dipelajari sebelumnya. (5) Siswa merangkum dalam bentuk rumusan sebagai kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan (Mulyasa, 2005:236).
            Metode inquiry menurut Roestiyah (2001:75) merupakan suatu teknik atau cara yang dipergunakan guru untuk mengajar di depan kelas, dimana guru membagi tugas meneliti suatu masalah ke kelas. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus dikerjakan, kemudian mereka mempelajari, meneliti, atau membahas tugasnya di dalam kelompok. Setelah hasil kerja mereka di dalam kelompok didiskusikan, kemudian dibuat laporan yang tersusun dengan baik. Akhirnya hasil laporan dilaporkan ke sidang pleno, dan terjadilah diskusi secara luas. Dari sidang pleno kesimpulan akan dirumuskan sebagai kelanjutan hasil kerja kelompok. Dan kesimpulan yang terakhir bila masih ada tindak lanjut yang harus dilaksanakan, hal itu perlu diperhatikan.
            Guru menggunakan teknik bila mempunyai tujuan agar siswa terangsang oleh tugas, dan aktif mencari serta meneliti sendiri pemecahan masalah itu. Mencari sumber sendiri, dan mereka belajar bersama dalam kelompoknya. Diharapkan siswa juga mampu mengemukakan pendapatnya dan merumuskan kesimpulan nantinya. Juga mereka diharapkan dapat berdebat, menyanggah dan mempertahankan pendapatnya. Inquiry mengandung proses mental yang lebih tinggi tingkatannya, seperti merumuskan masalah, merencanakan eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisa data, menarik kesimpulan. Pada metode inquiry dapat ditumbuhkan sikap obyektif, jujur, hasrat ingin tahu, terbuka, dan sebagainya. Akhirnya dapat mencapai kesimpulan yang disetujui bersama. Bila siswa melakukan semua kegiatan di atas berarti siswa sedang melakukan inquiry.
Teknik inquiry ini memiliki keunggulan yaitu : (a) Dapat membentuk dan mengembangkan konsep dasar kepada siswa, sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar ide-ide dengan lebih baik. (b) Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru. (c) mendorong siswa untuk berfikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, bersifat jujur, obyektif, dan terbuka. (d) Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri. (e) Memberi kepuasan yang bersifat intrinsik. (f) Situasi pembelajaran lebih menggairahkan. (g) Dapat mengembangkan bakat atau kecakapan individu. (h) Memberi kebebasan siswa untuk belajar sendiri. (i) Menghindarkan diri dari cara belajar tradisional. (j) Dapat memberikan waktu kepada siswa secukupnya sehingga mereka dapat mengasimilasi dan mengakomodasi informasi.
            Metode inquiry menurut Suryosubroto (2002:192) adalah perluasan proses discovery yang digunakan lebih mendalam. Artinya proses inqury mengandung proses-proses mental yang lebih tinggi tingkatannya, misalnya merumuskan problema, merancang eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisa data, menarik kesimpulan, dan sebagainya
6. Mind Mapping
Mind mappingatau peta pikiran adalah suatu tekhnik pembuatan catatan-catatan yang dapat digunakan pada situasi, kondisi tertentu, seperti dalam pembuatan perencanaan, penyelesaian masalah, membuat ringkasan, membuat struktur, pengumpulan ide-ide, untuk membuat catatan, kuliah, rapat, debat dan wawancara. (Svantesson, 2004 : 1)
Konsep Mind mapping asal mulanya diperkenalkan olehTony Buzan tahun 1970-an. Menurutnya mind map adalah sistem penyimpanan, penarikan data, dan akses yang luar biasa untuk perpustakaan raksasa, yang sebenarnya ada dalam otak manusia yang menakjubkan (Buzan, 2009 : 12). Mind mapadalah cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi keluar otak-Mind Map adalah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan secara harfiah akan “memetakan” pikiran-pikiran kita.
Pemetaan  pikiran yang dikemukakan oleh Buzan ini didasarkan pada kenyataan bahwa otak manusia terdiri dari satu juta juta sel otak atau setara dengan 167 kali jumlah manusia di bumi, sel-sel otak tersebut terdiri dari beberapa bagian, ada bagian pusat (nukleus) dan ada sejumlah bagian cabang yang memencar ke segala arah, sehingga tampak seperti pohon yang menumbuhkan cabang ke sekelilingnya (Buzan, 2009:30).
Mind mapping menggunakan teknik penyaluran gagasan dengan menggunakan kata kunci bebas, simbol, gambar, dan menggambarkan secara kesatuan dengan menggunakan teknik pohon. Mind mappingini didasarkan pada detail-detail dan suatu peta pikiran yang mudah diingat karena mengikuti pola pemikiran otak.
Semua mind map mempunyai kesamaan. Semuanya menggunakan warna. Semuanya memiliki struktur alami yang memancar dari pusat. Semuanya menggunakan garis lengkung, simbol, kata dan gambar yang sesuai dengan satu rangkaian Turan yang sederhana, mendasar, alami, dan sesuai dengan cara kerja otak. Dengan mind map, daftar informasi yang panjang bisa dialihkan menjadi diagram warna-warni, sangat teratur dan mudah diingat yang bekerja selaras dengan cara kerja alami otak dalam melakukan berbagai hal.(Buzan, 2005:6)
Rose dan Malcolm menambahkan strategi visual ini mempunyai beberapa ciri, diantaranya sebagai berikut :
a. Mengingat orang melalui penglihatan, mengingat kata-kata dengan melihat tetapi perlu waktu yang lebih lama untuk mengingat susunan atau urutan abjad jika tidak disebutkan awalnya.
b. Jika memberi atau menerima penjelasan arah lebih suka memakai peta/gambar.
C.  Aktifitas reatif : menulis, menggambar, melukis merancang.
d. Mempunyai ingatan visual yang bagus, dimana ketika kita ingat saat meninggalkan sesuatu dalam beberapa hari yang lalu. (Rose dan Malcolm, 2006 : 77)
Menurut Buzan, teknik pembuatan catatan dan pengelompokan pikiran yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan seluruh otak yang harus menyertakan tidak hanya kata-kata, angka, rangkaian dan juga garis-garis tetapi juga dengan warna, gambar-gambar, dimensi , simbol-simbol itulah peta pikiran atau mind mapping(Buzan, 2003 : 122).
Hal-hal yang harus dipersiapkan ketika akan membuat atau menggunakan metode mind mappingadalah :
·         Kertas kosong tak bergaris.
·         Pena atau spidol berwarna-warni.
·         Otak dan imajinasi.
·         Buku sumber sebagai salah satu sumber bagi siswa.
Hal-hal yang harus diperhatikan ketika akan membuat mind map, bahan bacaan yang berasal dari buku teks, yaitu (Svantesson, 2004:127) :
Ø  Membaca teks secara keseluruhan
Ø  Mengenali tipe teks
Ø  Komparasi (perbandingan)
Ø  Kronologi atau rangkaian peristiwa
Ø  Presentasi (paparan)
Ø  Menulis mind map
dapat disimpulkan bahwa beberapa kelebihan saat menggunakan teknik mind mapping ini, yaitu :
Ø  Mind Map mampu meningkatkan kapasitas pemahaman dengan cara:
Ø  Melihat gambaran besar suatu persoalan sekaligus melihat informasi secara detail
Ø  Mengingat informasi yang kompleks lebih mudah. Informasi tersebut telah dikelompokkan sesuai dengan cara seseorang mengingat termasuk hubungannya dengan subjek yang sama atau berbeda.
Ø  Mengatasi informasi yang membludak karena telah ditata dan dikelompokkan sedemikan rupa. Secara mental hal ini juga membuat seseorang lebih terorganisir dan runtut dalam memahami sebuah persoalan.
Ø  Mind Map mampu meningkatkan kemampuan seseorang dalam berimajinasi, mengingat, berkonsentrasi, membuat catatan, meningkatkan minat sekaligus mampu menyelesaikan persoalan. Hal ini dicapai karena Mind Map mengajarkan untuk melihat persoalan secara keseluruhan dan melihat hubungannya satu sama lain. Ini yang paling sulit dilakukan dalam catatan konvensional. Tidak hanya itu, dengan catatan ini maka manajemen belajar pun menjadi lebih mudah. Informasi baru dapat ditambahkan, dihubungkan, dan diasosiasikan kapan saja dengan informasi yang sudah ada sebelumnya.
Ø  Mind Map dapat merangsang sisi kreatif seseorang lewat penggunakan garis lengkung, warna dan gambar. Ini membuat sebuah catatan sekaligus menjadi karya seni yang indah. Secara mental akan memudahkan kita untuk mengingatnya. Mind Map akan merangsang kemampuan membandingkan informasi yang ada baik berupa fakta, ide termasuk data statistik.
Ø  Mind Map membantu seseorang membuat catatan yang menarik dalam waktu singkat. Selain itu, catatan ini mampu membuka pemahaman yang baik dan sisi kreatif dengan merangsang munculnya ide-ide dan insight baru, bahkan pada saat membuat catatan itu sendiri. Mind Map dapat pula
7.  Sosio drama
Istilah sosiodrama dan bermain peranan (role playing) dalam metode merupakan dua istilah yang kembar, bahkan di dalampelaksanaannya dapat dilakukan dalam waktu bersamaan dan silih berganti
Sosiodrama dimaksudkan adalah suatu cara mengajar dengan jalan mendramatisasikan bentuk tingkah laku dalam hubungan sosial
Pada metode bermain peranan, titik tekanannya terletak pada keterlibatan emosional dan pengamatan indera ke dalam suatu situasi masalah yang secara nyata dihadapi
Kedua istilah ini (sosiodrama dan bermain peranan), kadang-kadang juga disebut metode dramatisasi. Hanya bedanyakedua metode tersebut tidak disiapkan terlebih dahulu naskahnya. Berikut adalah penerapan metode ini
1         Bila sosiodrama baru ditetapkan dalam pengajaran, maka hendaknya guru menerangkannya terlebih dahulu teknik pelaksanaanya, dan menentukan diantara siswa yang tepat untuk memerankan lakon tertentu, secara sederhana dimainkan di depan kelas
2         Menerapkan siatuasi dan masalah yang akan dimainkan dan perlu juga diceritakan jalannya peristiwa dan latar belakang cerita yang akan dipentaskan tersebut
3         Pengaturan adegan dan kesiapan mental dapat dilakukan sedemikian rupa
4         Setelah sosiodrama itu dalam peuncak klimas, maka guru dapat menghentikan jalannya drama. Hal ini dimaksudkan agar kemungkinan-kemungkinan pemecahan masalah dapat diselesaikan secara umum, sehingga penonton ada kesempatan untuk berpendapat dan menilai sosiodrama yang dimainkan. Sosiodrama dapat pula dihentikan bila menemui jalan buntu
5         Guru dan siswa dapat memberikan komentar, kesimpulan atau berupa catatan jalannya sosiodrama untuk perbaikan-perbaikan selanjutnya
Adapin kelenihan dari metode ini adalah
1         Dapat berkesan dengan kuat dan tahan lama dalam ingatan siswa. Disamping merupakan pengaman yang menyenangkan yang saling untuk dilupakan
2         Sangat menarik bagi siswa, sehingga memungkinkan kelas menjadi dinamis dan penuh antusias
3         Membangkitkan gairah dan semangat optimisme dalam diri siswa serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kesetiakawanan sosial yang tinggi
4         Dapat menghayati peristiwa yang berlangsung dengan mudah, dand apat memetik butir-butir hikmah yang terkandung di dalamnya dengan penghayatan siswa sendiri
5         Dimungkinkan dapat meningkatkan kemampuan profesional siswa, dan dapat menumbuhkan / membuka kesempatan bagi lapangan kerja
Sebagaimana dengan metode-metode yang lain, metode sosiodrama dan bermain peranan memiliki sisi-sisi kelemahan. Namun yang penting disini, kelemahan dalam suatu metode tertentu dapat ditutupi dengan memakai metode yang lain.
Mungkin sekali kita perlu memakai metode diskusi, ausid visual, tanya jawab dan metode-metode lain yang dapat dianggap melengkapi metode sosiodrama/bermain peranan
Kelemahan metode sosiodrama dan bermain peranan ini terletak pada :
1)        Sosiodrama dan bermain peranan memelrukan waktu yang relatif panjang/banyak
2)        Memerlukan kreativitas dan daya kreasi yang tinggi dari pihak guru maupun murid. Dan ini tidak semua guru memilikinya
3)        Kebanyakan siswa yang ditunjuk sebagai pemeran merasa malu untuk memerlukan suatu adegan tertentu
4)        Apabila pelaksanaan sosiodrama dan bermain pemeran mengalami kegagalan, bukan saja dapat memberi kesan kurang baik, tetapi sekaligus berarti tujuan pengajaran tidak tercapai
5)        Tidak semua materi pelajaran dapat disajikan melalui metode ini
6)        Pada pelajaran agama masalah keimanan, sulit disajikan melalui metode sosiodrama dan bermain peranan ini.
 

Kamis, 23 Mei 2013

sejarah perang saudara amerika serikat


BAB 1. PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Ahli politik dari Prancis Alexis Tocqueville pada tahun 1835 telah menerbitkan buku yang berjudul Democracy in Amerika yang sampai saat ini di akui sebagai analisis paling tajam mengenai kehidupan social dan politik di Amerika.  Penilaiannya terhadap Amerika  Serikat pada dasarnya Positi “ pemerintahan  yang menganut demokrasi ini mendatangkan minat politik sampai ke warga negara yang tingkatnya paling bawah” dan Lapisan Masyarakat “ tulisnya. Namun Tocqueville juga orang pertama yang meragukan apakak kesejajaran seperti ini dapat bertahan di tengah berkembangnya system pabrik yang mengancam memecah divisi pekerja Industri dengan elite bisnis baru.
Pandangan optimis terhadap vitalitas Amerika dimana mereka bisa melihat  bukti jelas yaitu kemakmuran dan kemajuan yang cepat dalam bidang pertanian, perdagangan, dan pekerjaan umum, rupanya tidak berlaku bagi semua orang. Salah satu yang meragukannya adalah Charles Dicknes, yang pertama kali mengunjungi Amerika pada tahun 1841-1842. “ Ini bukan  Republik yang ingin aku kunjungi, ini bukan Republik yang aku bayangkan, semakin aku pikirkan tentang kemudahan dan kekuatan, semakin aku melihat kemiskinan dan kekurangannya di banyak sector.
Dari pendapat kedua Ahli tersebut dapat kita simpulkan bahwasanya, Amerika yang wilayahnya luas dan beraneka ragam selain menyulitkan bila dilakuka Generalisasi juga mendatangkan kontradiksi. Amerika adalah masyarakat yang cinta kebebasan akan tetapi juga menganut perbudakan, negeri yang daerah liarnya adalah luas dan primitive namun juga memilii kota-kota dengan perdagangan dan Industri yang terus berkembang. Dengan demikian wajar jika perbedaan-perbedaaan tersebut mengundang konflik antar golongan, yang pada akhirnya mengakibatkan pecahnya perang Saudara di Amerika Serikat dari tahun 1861 sampai 1865.


1
 
 

1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas terdapat beberapa rumusan masalah yang kiranya perlu di bahas, di antaranya :
1.      Apa yang melatar belakangi terjadinya Perang saudara di Amerika Serikat ?
2.      Bagaimanakah proses jalannya Perang saudara di Amerika Serikat ?
3.      Dampak apak yang ditimbulkan dari pecahnya Perang saudara di Amerika Serikat ?

1.3  Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas terdpat beberapa tujuan yang ingi kami capai di antaranya :
1.      Untuk memahami latar belakang mengenai Perang saudara di Amerika Serikat.
2.      Untuk memahami jalnnya Perang saudara di Amerika Serikat.
3.      Untuk memahami damak yang ditimbulkan Perang saudara di Amerika Serikat.













BAB 2. PEMBAHASAN


Perang Saudara mengrah kepada suatu jenis perang di mana bukan dua atau lebih negara yang menjadi kubu yang berlawanan namun beberapa faksi (saudara) di dalam sebuah entitas politik. Dalam bahasa Inggris perang saudara disebut civil war yang secara harafiah artinya adalah "perang warga sipil" atau "perang madani".  Tidak jarang sebuah perang saudara merupakan tanda awal perpecahan sebuah entitas politik. Perang Saudara Amerika ialah perang yang terjadi antara 1861 dan 1865 di Amerika Serikat (AS). Sekelompok negara bagian di bagian selatan ingin merdeka, sedangkan pemerintahan dan negara-negara bagian di utara ingin menjaga AS tetap utuh. Perang Saudara AS ini juga sering disebut dengan Perang Abolisi, karena tujuan perang adalah untuk menghapuskan perbudakan. Juga disebut dengan Perang Sesesi (Secession), karena dalam perang ini negara-negara Selatan memisahkan diri dari Union. Membentuk negara sendiri yang diberi nama Negara Konfederasi.

2.1 Latar Belakang Terjadinya Perang Saudar di Amerika Serikat
Dalam setiap peristiwa pasti terdapat sebab yang melatar belaknginya, termasuk pula peristiwa Perang Saudara yang terjadi di Amerika Serikat. Dalam mengidentifikaksi latar belakakang tersebut dapat kita kelompokkan menjadi faktor utama dan faktor yang di lihat dari segi politik, ekonomi dan  sosial di Amerika Serikat.
2.1.1 Perbudakan (faktor Utama Terjadinya Perang Saudara)
3
 
Sebuah persoalan yang memperburuk perbedaan regional dan ekonomi antara Utara dan Selatan adalah perbudakan. Orang selatan, yang marah melihat keuntungan besar yang didapat pelaku bisnis Utara dari pemasaran kapas, menyatakan sebab keterbelakangan daerah selatan adalah bertambahnya kekuasaan daerah Utara. Sebaliknya, orang Utara menyatakan bahwa perbudakan, yang mereka sebut sebagai”institusi yang ganjil”, adalah penyebab utama kemunduran di daerah tersebut. Padahal, perbudakan bagi orang selatan sangat penting bagi perekonomian mereka.
Sehingga negara-negara utara disebut "negara bagian bebas" dan di selatan "negara bagian budak". Pada dasarnya permasalahan perbedaan paham mengenai perbudakan telah muncul sejak tahun 1830. Selain itu, sebagian besar tanah milik AS di barat belum dibagi atas negara bagian, namun teritori, di mana penduduk bukan penduduk asli tinggal. Tidak seperti negara bagian, teritori itu tidak membantu memutuskan siapa yang akan menjadi presiden dan teritori itu tidak mengirim wakilnya ke Washington, DC untuk membuat hukum seluruh negeri.
Banyak orang kulit putih yang pindah ke sana dan tiap orang setuju bahwa suatu hari semua teritori itu harus disebut negara bagian. Di utara, orang ingin negara-negara bagian itu menjadi negara bebas. Hal ini mengakibatkan di utara tumbuh sentimen anti perbudakan terus tumbuh kuat, yang didukung oleh gerakan tanah bebas yang menentang secara keras perluasan perbudakan ke daerah Barat yang belum masuk negara Bagian. Di selatan, orang menginginkannya menjadi negara bagian budak. Bagi orang Selatan yang hidup pada tahun1850-an, perbudakan merupakan suatu kondisi dimana tanggung jawab mereka tidak lebih dari mengajari budak berbahasa Inggris dan membentuk perwakilan mereka. Abraham Lincoln berasal dari utara dan saat ia berpacu demi jabatan presiden, ia berkata bahwa semua negara bagian itu akan menjadi negara bagian bebas meski ia tidak merencanakan menyuruh setiap budak di negara bagian budak itu.
Para pemilik budak di selatan juga takut akan beberapa orang yang mengatakan mereka ingin menjadikannya kejahatan untuk memiliki para budak di semua bagian AS. Banyak juga orang di utara yang tinggal di kota-kota dan bekerja di pabrik dan mereka menginginkan kebijakan yang membantu ekonominya. Namun banyak orang di selatan yang tinggal di kota kecil dan bekerja di pertanian, dan menginginkan kebijakan yang mendukung ekonominya. Mereka sering tidak bisa setuju pada keputusan terbaik. Perbedaan dan ketegangan antara Utara dan Selatan bertambah dengan adanya buku ”Uncle Tom’s Cabin” karangan Harriet Beecher Stowe. Dalam buku ini digambarkan tentang bagaimana kondisi dan perlakuan yang diperoleh para budak.

2.1.2         Faktor Perang Saudara di Lihat dari Segi Ekonomi, Sosial Dan Politik di Amerika Serikat.
1.  Segi Ekonomi
Pada tahun 1850 wilayah nasional membentang meliputti hutan , daratan dan pegenungan. Di wilayah Timur industry berkembang pesat , di bagian tenganh dan selatan pertanian tumbuh subur. New England dan sejumlah negara bagian di Atlantik tengah menjadi pusat manufaktur, perdagangan, dan keuangan. Produk utama dari wilayah ini adalah tekstil, kayu, pakaian jadi, mesin serta barang-barang yang terbuat dari kulit dan Wol. Wilayah Selatan dari Atlantik ke Sungai Missisipi kegiatan ekonomi berpusat pada pertanian. Tembakau penting bagi perekonomian Virginia, Maryland dan North Carolina. Di South Crolina panen berlimpah ruah, tanaman tebu juga memungkinkan di tananam di Louisiana. Namun pada akhirnya kapas menjadi tanaman terpenting yang menjadi cirri khas daerah Selatan. Pada tahhun 1850 Selatan Amerika telah memproduksi lebih dari 80%  kapas dunia. Mereka menggunakan budak untuk mengolah semua tanaman mereka.
Keuntungan dari Kapas, dikenal sebagai King Cotton, Melengkapi ketergantungan sistem pertanian di Selatan dan komponen utamannya, yaitu perbudakan. Utara dengan mantap membangun masyarakat industri. Buruh juga sangat dibutuhkan, tetapi bukan Buruh budak. Imigran dari Eropa meningkat untuk bekerja di pabrik-pabrik, membangun jalan kereta apai di Utara, dan pemukiman di Barat. Sangat sedikit yang bermukim di Selatan. Selatan, menolak industrialisasi, manufaktur sangat sedikit. Orang-orang Selatan menolak tarif yang tinggi, atau pajak yang harus dibayar untuk barang-barang impor, serta menolak menaikkan harga manufaktur. Di satu sisi, ekonomi manufaktur di Utara menuntut tarif tinggi untuk melindungi produksi dalam negeri dari barang-barang luar negeri yang murah. Sebelum Perang Saudara, pemasukan utama pemerintah federal adalah dari tarif/pajak. Ada beberapa sumber penghasilan lain: pajak pendaparan individu maupun perusahaan. Tarif  tersebut diperlukan untuk membangun jalan raya, kanal, jalan. Sedangkan di Selatan lebih memilih tidak melakukan peningkatan, untuk menghindari pajak tinggi.
Disis lain Perluasan wilayah Barat Laut, ke wilayah yang sekarang dikenal: Ohio, Indiana, Illinois, Michigan, Wisconsin, dan sebagian Minnesota, jauh dari pemasaran untuk biji-bijian dan ternaknya. Butuh pembangunan internal untuk bertahan, serta didukung permintaan Timur Laut akan pajak yang tinggi. Sehingga wilayah Timur Laut banyak membantu keuangan pemerintah Federal untuk membangun wilayah Barat Laut. Akibatnya, walaupun Selatan dan Barat lebih bercorak pertanian, Barat dengan sendirinya bersekutu dengan Utara daripada dengan Seatan.
Dengan adanya kepentingan ekonomi yang berbeda tersebut sedikit banyak telah menimbulkan sentiment di antara kedua belah pihak baik selatan maupun utara. Keduanya sama-sama melontarkan pendapat yang negative terhadap sistem ekonomi yang di anut. Utara mengkritik system ekonomi utara yang menganut perbudakan, dan sebaliknya selatan mengkritik system ekonomi di utara yang memperkerjakan buruh pabrik, dianggap lebih buruk dari pada perbudakan.
2.      Segi sosial masyarakat
            Dalam kehidupan social masyarakat di selatan, sebagian besar tatanan sosialnya didominasi oleh orang- orang kulit putih yakni para kaum bangsawan. Mereka itu ialah kaum aristokrasi Inggris pada Raja Charlesh I yang dalam tatanan pemerintahan sangat menekan warga negaranya, sehingga partai oposisi Olever Cromwell menggulingkan kekuasaanya. Charlesh bersama dengan kaum bangsawan lainnya kemudian lari ke Amerika untuk menghindari pengejaran dari partai oposisi yang telah menggulingkannya. Yang kemudian pada bagian selanjutnya kaum aristokrasi ini menggunakan system tersebut di Amerika dan menciptakan system perbudakan yang bersifat semena- mena dalam bidang agraris yang bertindak sebagai tuan tanah.
Dengan demikian penduduk kebanyakan di amerika serikat bagian selatan bersikukuh untuk mempertahankan perbudakan karena mereka mengengap perbudaakan adalah penyangga utama dalam perekonomian di selatan. Factor lain yang mengakibatkan sebagian masyarakat selatan masih tetap mendukung perbudakan terkait dengan stratifikasi social yang berlaku di bagian selatan.
Hanya minoritas kulit putih di selatan yang memiliki budak. Tahun 1860 ada 46.274 pemilik perkebunan di seluruh negara bagian penganut perbudakan. Yang dimaksudkan dengan pemilik perkebunan adalah bila ia sedikitnya punya 20 orang budak. Lebih dari setengah budak secara keseluruhan bekerja di perkebunan. Sejumlah petani bebas, 10% diantaranya hanya punya lahan kurang dari 40 hektar dan memiliki budak dalam jumlkah kecil tapi kebanyakan melah tidak punya sama sekali. “orang kulit putih miskin”biasanya hidup dijajaran paling rendah lingkungan masyarakat selatan dan tidak memiliki budak. Mudah dimengerti kepentingan para pngusaha perkebunan untuk mempertahankan perbudakan mereka memiliki hampir semua budak. Namun petani kecil dan orang kulit putih miskin juga mendukung perbudakan. Mereka takut jika budak dibebaskan, kaum kulit hitam ini akan bersaing dengan mereka untuk memperebutkan lahan. Yang tak kalah pentingnya, keberadaan budak meningkatkan derajat sosial petani kecil, dan orang kulit putih miskin dan mereka tidak rela melepaskan statusnya.
Saat mereka melawan pengaruh opini utara, para pemimpin politik utara di selatan, kalangan profesional, dan sebagaian besar kini pendeta tak malu-malu lagi mendukung perbudakan. Para juru bicara di selatan mengatakan bahwa hubungan antara majikan dan buruh lebih manusiawi di bawah system perbudakan dibandingkan system gaji di utara. Sebelum tahun 1830 sistem patriarki kuno untuk pengelolaan perkebunan, dengan bimbingan pribadi terhadap para budak yang dilakukan tuan mereka, masih menjadi ciri khas. Namun perlahan seiring produksi kapas besar-besaran di daerah selatan bagian bawah, para majikan mulai berhenti mengawasi sendiri para budaknya dan memperkerjakan seorang mandor professional. Mandor ini jabatan tetapnya pada kemampuan mereka untuk memaksa budak bekerja lebih keras. Perbudakan dengan sendirinya adalah sebuah system yang brutal dan penuh pemaksaan. Pemukulan dan pemisahan keluarga melalui penjualan individu adalah hal yang biasa, namun pada akhirnya kritik paling tajam terhadap perbudakan bukanlah tentang perilaku majikan terhadap budak, melainkan perbudakan melanggar secara hak asasi setiap manusia untuk hidup bebas.
3.    Segi Politik
Di panggung politik nasional, orang selatan berusaha keras untuk mendapatkan perlindungan dan perluasan kepentingan-kepentingan mereka berkaitan dengan sisitem perbudakan di perkebunan kapas. Untuk itu, selatan yakin perlu adanya tambahan negara bagian baru yang menyetujui perbudakan untuk mengimbangi negara-negara bagian yang menentang perbudakan. Masyarakat utara yang anti perbudakan melihat bahwa orang selatan membuat konspirasi untuk meluaskan perbudakan, sehingga pada tahun 1830-an pertentangan mereka makin meruncing. Lebih lanjut hal ini mengakibatkan timbulnya Gerakan Penghapusan Budak pada tahun 1830-an dan terkenal sangat gigih. Mereka (kaum Abolisonis) pantang berkompromi dan tekun memperjuangkan penghapusan perbudakan. Gearakan ini dipimpin oleh William Lloyd Garrison, pria muda asal Massachutes yang menyatukan sifat kepahlawanan seorang Martir dengan pendidik yang punya semangat perang suci. Pada tanggal 1 januari 1831, Garisson menerbitkan korannya “The Liberator” yang pada intinya berisi dengan sungguh-sungguh meminta pembebasan para budak.
Aktivitas abolisionis lain tidak mendukung taktik Garrison yang  menentang hukum, karena reformasi harus dilakukan dengan cara resmi dan damai. Namun jejak Garrison di ikuti oleh seorang yang jga secara lantang menentang perbudaka yaitu Frederick Douglas, seorang budak pelarian. Ia berperan sebagai juru bicara Masyarakat Antiperbudakan Massachutes lalu menjadi editor Koran mingguan abolisionis, Northern Star. Gerakan anti perbudakan ini juga membantu pelarian budak ketempat pengagsingan yang aman di daerah utara. Misalnya di Ohio, diperkirakan dari tahun 1830-1860 tidak kurang dari 40.000 budak pelarian di tolong untuk bebas. Begitupun pula dengan jumlah kelompok anti perbudakan bertambah di tahun 1840 menjadi sekitar 2.000 buah dengan jumlah anggota erkisar 200.000 orang.
Permasalahan perudakan terus berlanjut hingga tahun 1845. Sepertinya perbudakan akan dibatasi di daerah-daerah yang memeng sudah dari dulu menganut perbudakan. Sebenarnya perbudakan telah di batasi oleh Kompromi Missouri pada tahun 1820, namun adanya wilayah baru membuka peluang perluasan perbudakan. Dalam hal ini banyak rakyat utara yang berfikir jika tidak diperluas perbudakan akan menurun dan akhirnya akan mati dengan sendirinya. Untuk membenarkan pertentangan meraka terhadap tambahan negara baru yang mengizinkan perbudakan, mereka merujuk pada pernyatanWashington dan Jefferson dan peraturan tahun 1787 yang melarang perluasan perbudakan ke daerah Barat Laut. Texas yang telah memperbolehkan perbudakan tentu saja bergabung ke dalan union sebagai negara bagian yang menganut perbudakan. Namun Calofornia, New Mexico, dan Utah tidak memiliki perbudakan sehingga mengundang persaingan antara negara bagian utara  dan selatan.
Para extrimis di Selatan mendesak semua tanah yang didapat dari Meksiko diserahkan kepada pemilik budak. Di lain pihak kelompok anti perbudakan di Utara menuntut semua daerah baru ditutup dari perbudakan. Salah satu kelompok moderat menyarnkan aagar tapal batas kompromi Missouri, di panjangkan hingga kea rah Pasifik dengan negara bagian yang menentang perbudakan ada di utaranya dan yang mendukung perbudakan ada diselatannya. Kelompok lai menganjurkan agar keputusa tersebut diserahhkan kepada ke daulatan Rakyat yaitu pemerintah harus membiarkan rakyat memasuki daerah itu dengan atau tanpa budak sesuka mereka dan ketika mereka menjadikan wilayah itu sebagai negara bagian, mereka sendiri yang akan menentukan jawabannya. Selatan tetap berpendapat bahwa semua daerah baru berhak utuk mengizinkan perbudakan. Sedangkan utara membantah tidak ada daerah yang mempunyai hak itu.
Karena kedua belah pihak bersikeras, maka melalui kompromi Senator Henry Clay (yang kemudian di ubah di kongres) berisi beberapa syarat kunci : California didaftarkan sebagai negara bagian dengan konstitusi negara bebas (perbudakan di larang) sisa daridaerah caplokan baru dibagi menjadi dua yaitu New Meksiko dan Utah dan di atur tanpa menyinggung perbudakan : bahwa tuntutan Texas terhadap porsi tanah di New Meksiko akan dig anti dengan bayaran sebesar $10 juta : peraturan baru yang lebih efektif akan di bentuk untuk menangkap budak yang lari dan memulangkan mereka kepada majikan mereka dan pembelian dan penjualan budak (bukan perbudakan) di hapuskan di Distrik Columbia. Dalam sejarah Amerika langkah-langkah ini di kenal sebagai “Kompromi Tahun 1850”. Selama tiga tahun kompromi ini tampak bisa menyelesaikan hamper seluruh persoalan. Namun hukum budak pelarian sangat menyinggung hati rakyat di utara dan menolak bertisipasi, malah membantu pelarian budak. Secara politik tahun 1850 bisa digambarkan sebagai suatu era yang gagal dimana pemimin bangsa tidak bias memutuskan atau menahan isu-isu rawan tentang perbudakan.
Politik di Utara dan Selatan juga mengalami perkembangan yang berbeda. Utara membutuhkan pemerintah pusat untuk membangun infrastruktur (jalan raya dan jalan kereta api), melindungi perdagangan dan finansial, dan megendalikan peredaran uang nasional. Selatan dalam banyak hal masih tergantung pada pemerintah federal daripada wilayah lain. Patriot Selatan takut jika pemerintah pusat terlalu kuat akan mencampuri urusan perbudakan.
Pada tahun 1854 isu lama mengenai perbudakan di wilayah amerika muncul kembali dan perselisihan menjadi lebih sengit. Kali ini mengenai wilayah Kansas dan Nebraska yang akn mendirikan pemerintahan resmi dan akhirnya akan menjadi negara bagian.Lalu, dikeluarkanla Kansas-Nebraska Act oleh senator dari Illinois, Sthephen A. Douglas, yang isinya menghapuskan larangan perbudakan di wilayah Louisiana Purchased. Atas usul Jesse B. Thomas, perbudakan di wilayah ini memang telah dilarang dengan tujuan untuk menghindari terjadinya konflik karena masalah perbudakan. Namun dengan dikeluarkannya Kansas-Nebraska Act, berarti larangan tersebut sudah tidak berlaku  lagi. Hal ini mengundang amarah para pendukung negara bebas perbudakan. Douglas berpendapat bahwa kompromi tahun 1850 yang yang membebaskan utah dan new Meksiko untuk menyelesaikan sendiri masalah perbudakan telah menggantikan kompromi Missouri. Dengan demikian dua daerah tersebut (Kansas-Nebraska) para penduduknya akan diperbolehkan membawa budak dan pada akhirnya penduduk sendiri yang akan menentukan bergabung dalam union sebagai negara bagian yang bebas atau yang mendukung perbudakan. Lolosnya UU Kansas-Nebraska disenat disambut meriah oleh warga selatan. Tujuan Douglas ialah bemain politik untuk menjadi presiden. Di utara muncul paratai republik tahun1860 yang dipimpin oleh Abraham Licoln yang berasal dari utara dan pada saat itu sedang berkompetisi memperebutkan jabatan presiden menyatakan suatu negara tidak mungkin mempunyai dua pandangan perbedaan yaitu, pengesahan perbudakan atau pelarangan perbudakan. Karena hal inilah Abraham Licoln terpilih menjadi presiden karena semangatnya yang besar dalam pembebasan perbudakan.
Pada pemilihan di tahun 1860, partai republik mendominasikan Abraham Lincoln sebagai calon mereka. Semangat partai yang membumbung tinggi, ketika para pemimpin menyatakan bahwa perbudakan tidak diperbolehkan diperluas. Partai juga menjanjikan pajak masuk untuk melindungi industri dan berjanji membuat peraturan yang membuat rumah dan tanah gratis bagi pemukiman yang mau membantu membuka daerah barat.
Saat Lincoln memenangkan pemilu 1860 dan menjadi presiden baru, banyak negara budak yang memisahkan diri dari AS. Reaksi pertama setelah Lincoln terpilih menjadi presiden adalah South Carolina, menyatakan memisahkan diri dari Uni. Begitu hasil pemilihan diketehui konvensi khusus South Carolina menyatakakn ”bahwa Union yang sekarang ini berlangsung antara South Carolina dan Negara-negara bagian lain dibawah nama ”Amerika Serikat” dengan ini di bubarkan. Pada tanggal 1 Februari 1861 pemisahan diri diikuti oleh negara  Mississippi, Florida, Alabama, Georgia, Louisiana, and Texas. Pada tanggal 7 februari 1861 ketujuh negara tersebut membentuk negara baru yaitu Konfederasi Negara Bagian Amerika, yang beribukota di Richmond, Virginia. Mereka memilih Jefferson Davis sebagai presiden Konfederasi, benderanya Stars and Bars, dan memiliki UUD yang sama dengan UUD Union walaupun dengan menjamin perbudakan dan Presiden dengan periode jabatan untuk 6 tahun.
Dalam pidato pelantikan Lincoln tetap tidak menginginkan negara-negara Selatan memisahkan diri dari Uni dengan menyatakan ”tak sah secara hukum”. Yang ditentangnya adalah perbudakan bukan negara-negara di Selatan. Dan Lincoln tidak akan menggabungkan kembali negara-negara Selatan dengan cara kekerasan, kecuali Selatan memulai lebih dahulu. Pidatonya di tutup dengan seruan pemulihan ikatan union.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa secara politis perjuangan mengatasi masalah perbudakan sebagai berikut :
    1. Kompromi Missouri
    2. Kompromi 1850
    3. Kansas-Nebraska Act
    4. Pemilu presiden 1860
2.2      Jalannya Perang Saudara di Amerika Serikat
2.2.1 Awal Perang di mulai
Seruan Lincoln dalam pidatonya tidak di Indahakan oleh pihak Selatan, dan pada tanggal 12 April senjata ditembakkan ke tentara Federal yang bermarkas di Benteng Sumter, di pelabuhan Charleston, South Carolina. Pada waktu itu pasukan Union yang berada di Fort Sumter, South Carolina, mengalami kekurangan cadangan makanan. Lincoln akhirnya memutuskan untuk mengirimkan kapal guna mensuplai kebutuhan di Fort Sumter. Sebelum kapal berhasil mendarat, pasukan Selatan sudah menembaki kapal-kapal Utara. Akhirnya Fort Sumter menyerah. Dengan dimulainya perang di Fort Sumter inilah, menandai dimulainya perang Saudara AS. Kemudian Virginia, North Carolina, Tennessee, and Arkansas memisahkan diri dari Uni dan bergabung dengan Konfederasi. Bersama perginya Virginia pergi pula Robert E.Lee yang menolak memimpin tentara union karena kesetiaannya kepada negara bagian Mayoritas legislatif Uni menyisakan negara-negara  pro-perbudakan yaitu; Maryland, Kentucky, Delaware, and Missouri dicegah untuk tidak bergabung dengan negara-negara yang memberontak. Wilayah ini yang disebut dengan The Border Slave States.
Sementara 7 negara bagian merupakan anggota Konfederasi, yaitu: South Carolina, Mississippi, Florida, Alabama, Georgia, Louisiana, dan Texas. Dalam perang saudara ini, Virginia, Arkansas, Tennessee, dan North Carolina menyusul untuk bergabung dalam Konfederasi. Untuk menghadapi peperangan, negara Konfederasi membentuk Tentara Konfederasi.  Pada periode ini utara dan selatan mulai memobilisir kekuatan dan penyusunan Strategi dalam rangka persiapan perang.
Setiap pihak memulai perang dengan harapan tinggi agar secara cepat memenangkan peperangan. Dari segi materi utara lebih unggul jauh. Dua puluh tiga negara bagian dengan populasi 22 juta orang melawan 11 negara bagian dengan penduduk 9 juta orang. Keunggulan industri di utara mampu menyediakan fasilitas berlimpah untuk pembuatan senjata, amunisi, pakaian dan barang-barang lainnya. Kunggulan utara yang lain adalah jaringan kereta api sehingga peluang militer federal lebih baik. Sedangkan keunggullan selatan yang paling utama adalah Geografi : selatan berperang secara defensif di wilayahnya sendiri. Selatan memiliki tradisi militer yang lebih kuat dan karena itu pada awalnya mereka menyombongkan pimpinan militer mereka yang lebih berpengalaman.
2.2.2        Periode Kemajuan Barat, Kemacetan Timur (bagian pertama jalannya perang)
Pada bagian pertama perang saudara terdapat dua daerah (front) penting di mana perang itu terjadi di wilayah Barat (front Barat) dan di wilayah timur (Front Timur).
a.  Front Timur
Di wilayah timur, ada ibukota AS, Washington District of Columbia, dan ibukota Konfederasi di Richmond. Kedua kota itu hanya berjarak 90 mil. Di daerah ini, pemimpin militer Konfederasi ialah Robert Edward Lee. Lee adalah jenderal yang jenius dan banyak memenangkan pertempuran, termasuk Pertempuran Bull Run Pertama (Virginia) dekat Washington dan Pertempuran Bull Run kedua. Pada tahun pertama pihak selatan sering memenangkan pertempuran tapi bukan menang perang karena kemenangan berdarah selatan tidak pernah mennjelma sebagai keunggulan militer yang menentukan.
Di Virgginia pasukan Union terus mengalami kekalahan. Dalam upaya merebut Richmon, ibu kota konfederasi pasukan Union berkali-kali dipukul mundur. Kemenangan ini didukung oleh dua keunggulan konfederasi yaitu posisi pertahanan yang kuat, yang di mungkinkan oleh beberapa sungai kecil yang memotong jalan antara Washington dan Richmon, keunggulan kedua adalah dua jendral dari selatan yaitu Robert. E.Lee dan Thomas J. Jackson memiliki kemampuan yang melebihi para komandan union di utara. Pada tahun 1862, komandan Union George McCellan meggunakan cara pelan dan hati-hati dalam usaha merebut Richmond. Namun pada pertempuran tujuh hari pasukan union terpukul mundur.
Kemenangan lain tentara konfederasi pada pertempuran ke dua di Bull Run, Lee dapat menduduki Maryland dengan menyebrangi Potomac. Kedua kalinya McCellan ragu-ragu dalam bertindak, walaupun ia tahu Lee membagi dua pasukannya dan dari segi jumlah kalah banyak. Pasukan union dan Konfederasi bertemu di Antietam dekat Sharpsburg, Maryland pada tanggal 17 September 1862. Pada hari paling berdarah sepanjang perang ini lebih dari 4.000 orang tewas di kedua belah pihak dan 18.000 luka-luka. Meskipun jumlah tentara McCellan lebih banyak namun gagal mendobrak pertahanan Lee, sehingga Lee dapat mundur menyeberang Potomac dengan pasukan utuh. Pada akhirnya Lincoln memecat McCellan.
Namun, kekalahan di Antietam da kesulitan memenangkan perang memberikan Lincoln momen untuk mengeluarkan Proclamation Emancipation pendahuluan yang menyatakan bahwa terhitung tanggal 1 Januari 1863 bawa semua budak yang hidup di negara-negara bagian yang membrontak melawan union di merdekakan. Secara politis pernyataan tersebut selain memiliki arti menjaga keutuhan Union juga mengandung makna bahwa penghapusan perbudakan sekarang menjadi tujuan peperangan, dengan kata lain perang tidak hanya bertujuan untuk menggabungkan kembali negara Selatan yang telah memisahkan diri dari Uni, namun juga dalam rangka untuk menghapus perbudakan.
Proklamasi emansipasi juga member wewenang perekrutan oaring kulit hitam masuk kedalam tentara union. Tentatara union mulai merekut dan melatih resimen-resimen kulit hitam yang kemudian bertempur habis-habisan dari Virginia sampai missisipi. Sekitar 178.000 orang Afrika-Amerika berdinas di Tentara Kulit Berwarna Amerika dan 29.500 lainnya di Angkatan Laut Union.
b.  Wilayah Barat
Di wilayah barat meliputi sepanjang Sungai Mississippi. Berlawanan dengan kegagalan militer di Timur, pasukan Union memperbolehkan kemenangan di pertempuran laut dan darat di Wilayah Barat. Sebagian besar Angkatan Laut pada awal perang berada di tangan union, meskipun sempat melemah.  Mentri Angkatan Laut dengan cepat menguatkan kembali pasukan Unnion. Lincoln lalu memngumumkan pemblokiran-pemblokiran pantai selatan. Langkah ini mencegah hampir semua pengiriman kapas ke Eropa. Penghadangan ini juga mencegah impor amunisi, pakaian dan perlengkapan medis yang sangat di butukan di Selatan.
Sementara itu David Fragut menggelar dua operasi yang sangat menabjubkan. Pada operasi yang pertama ia berhasil membawa pasukan union ke muara sungai Missisipi dimana ia memaksa kota terbesar di Selatan, New Orleans, lousiana menyerah. Dalam operasi yang ke dua ia berhasil maju  melewati gerbang pertahanan di teluk Mobile, Alabama, menangkap kapal perang Konfederasi yang kuat dan menutup pelabuhan.
Di lembah sungai Missisipi hampir selalu memenangkan pertempuran. Mereka mulai dapat memutus jalur panjang pertahanan konfederasi di Tennessee sehingga bisa menduduki hampir seluruh wilayah barat negara bagian itu. Ketika pelabuhan Memphis yang penting di sungai Missisippi di rebut, pasukan Union Maju 320 km menuju jantung Konfederasi. Di bawah pimpinan jendral Ulysses Grant pasukan union menahan serangan balik dadakan Konfederasi di Shiloh, di atas tebing sungai Tennesee sampai pasukan bantuan datang dan memukul mundur Konfederasi.
Kemenangan Pertempuran di Vicksburg dan Gettysburglah pada bulan juli 1683 menandai titik balik perang ini. Pertempuran Gettysburg banyak memakan korban jiwa, baik dari Union dan Konfederasi. Tetapi jumlah pasukan Konfederasi lebih sedikit jika dibandingkan pasukan Union sehingga jelas kerugian berada di Konfederasi. Sejak perang ini, Konfederasi hampir tidak pernah lagi melancarkan serangan. Sedangkan di wilayah barat, daerah Sungai Mississippi. Di wilayah ini, pasukan Konfederasi banyak mengalami kekalahan. Pasukan Union yang dipimpin oleh Ulysses Simpson Grant banyak memenangkan pertempuran di sini. Pasukan Union menduduki hampir semua kota di sungai Mississippi, namun Konfederasi masih memegang Vicksburg. Pada 4 Juli 1863, Vicksburg akhirnya menyerah kepada Ulysses. Ini membagi wilayah Konfederasi menjadi dua bagian dan membuka jalan untuk menyerang jantung pertahanan dari Konfederasi.
2.2.3        Bagian Kedua Perang Sudara
Pada bagian ini Merupakan usaha Utara untuk menekan Selatan agar mengakui kekalahanya. Dalam menekan selatan di susun rencana yaitu tentara di S. Potomac akan ditarik ke Selatan melalui Virginia menuju Richmond. Sementara Jenderal Grant yang menang di Barat ditarik ke Timur melewati Tennesse dan Virginia. Lincoln memutuskan bahwa Ulysses ialah jendral terbaiknya. Ia mengangkat Ulysses sebagai jenderal di bagian timur. Pada bulan Mei 1864 Grant bergerak maju masuk ke Virginia dan bertemu pasukan konfederasi yang dipimpin oleh Lee dan melakukan pertempuran di hutan belantara selama tiga hari. Meskipun banyak korban jiwa tapi Grant menolak untuk mundur dan malah mengepung Lee, menggoyahkan garis pertahanan konfederasi dengan serangan artilileri dan infanteri.
Di barat pasukan union mengambil alih Tennessee di musim gugur 1863 dengan kemenangan di Chattanooga dan didekat pegunungan Lookout. Kemenangan ini membuka jalan bagi jendral William T.Sherman untuk menginvansi Georgia. Ia dapat menduduki ibukota negara bagian Atlanta kemudian bergerak ke pantai Atlantik. Dari pantai Sherman maju ke utara dan pada bulan feruari 1865 ia telah memrebut Charleston, South Carolina, dimana tembakan pertama perang saudara diletuskan.
Sementara itu Grant mengepung Petersburg, Virginia, selama 9 bulan sebelum Lee meninggalkan Petersburg dan ibu kota konfederasi di Richmmond dalam usaha menarik pasukannya keselatan pada bulan maret 1865. Namun langkah Lee sudah terlambat, Grant menyerang Lee kembali dalam Operasi Appomattox. Lee menyadari pasukannya telah kalah banyak dan ia akhirnya menyerah pada Grant pada 9 April 1965. Menyerahnya Lee menandai kehancuran negara Konfederasi. Kemenangan untuk Union selain mengakhiri negara Konfederasi, juga mengakhiri praktek perbudakan di Amerika Serikat, dan memperkuat posisi pemerintah federal.
2.2.4        Akhir perang
Syarat-syarat pengakuan kekalaan sangtlah lunak, dan ketika Grant kembali dari pertempuran dengan Lee, ia mengingatkan kepada tentaranya “Para pembrontak sekarang teman Sebangsa lagi”. Dengan demikian tujua Grant selama ini murni untuk menyatukan kembali negara bagian yang memisahkan diri. Robert Lee merebut banyak simmpati orang karena kegemilangannya dalam memimpin dan kebesaran hatinya dalam menerima kekalahan. Bagi utara perang tersebut melahirkan pahlawan yaitu Abraham Lincoln yang di dalam drinya berniat untuk menyatukan negara kembali tidak dengan kekerasan dan penindasan namun dengan kehangata dan kemurahan hati. Di tahun 1864 ia terpilih unuk ke dua kalinya sebagai presiden mengalahkan saingannya dari partai democrat George McCellan.
Tiga minggu kemudian, dua hari setelah Lee menyerahkan diri, Lincoln mengeluarkan pernyataan terakhirnya kepada public dimana ia akan mengeluarkan sejumlah kebijakan Rekonstruksi yang murah hati. Namun sebelum dat merelisasiakaan niatnya Abraham Lincoln terbunuh. Sehingga tugas berat berada di tangan Andrew Johson dalam menentukan status dari negara bagian yang telah melepaskan diri.
Sebelumnya Lincoln telah menyusun rencana, dalam pandangannya rakyat selatan secara resmi tidak pernah melepaskan diri mereka hanya di hasut oleh beberapa orang yang tidak loyal terhadap federasi. Oleh karena itu Lincoln pada tahun 1863 mengatakan bahwa 10% suara dalam pemilu tahun 1860 yang bias membentuk yang bias membentuk pemerintahan yang setia kepada konstitusi dan memperlihatkan kepatuhan hukum kongres dan proklamasi presiden, ia akan mengakuinya sebagai pemerintahan negara bagian yang syah.
Kongres menolak rencana ini, dan terdapat beberapa anggota kongres di antaranya yang menyarankan agar menghukum seberat-beratnya negara bagian yang telah memisahkan diri. Namun bahkan sebelum perang bener-benar usai pemerintahan baru telah berdiri di Virginia, tennesseee, Arkansas, Lousiana.
Untuk menangani salah satu masalah utamanya yaitu kodisi mamntan budak. Pada bulan maret 1865 kongres mendirikan Biro Orang-orang yang dimerdeakan yang bertindak sebagai pelindung orang Afrika-Amerika dan menuntun mereka untuk bisa mandiiri. Bulan Desember kongres meresmikan Amandemen ke-13 Konstitusi Amerika Serikat yang menghapus perbudakan

2.3      Dampak Terjadinya Perang Saudara
Setelah usainya suatu peperang pastilah terdapat dampak yang ditimbulan dari peperangan tersebut. Baik dampak positif maupun dampak negative. Termasuk pula perang Saudara yang terjadi di Amerika Serikat antara tahun 1861-1865. Berikut ini akan di jabarkan mengenai dampak positif dan negative dari pecahnya perang Saudara di Amerika Serikat.
Perang saudara di AS, telah memberikan beberapa akibat positif:
1.      AS tetap merupakan satu kesatuan bahkan rasa kesatuan itu lebih kuat jika dibandingkan dengan sebelum Perang Saudara. Dengan dimenangkannya perang oleh pihak utara maka AS (pemerintahan Federal) dan diadakan Rekonstruksi setelahnya dapat membuktikan bahwa dapat memperthankn kesatuan negara-negara bagian yang di dalamya.
2.      Sesudah perang saudara berakhir keadaan Amerika memungkinkan untuk berkembang jadi  negara adikuasa. Dalam buku ”Dari Koloni Djadi Salah Satu Negara Besar” karangan Franklin Escher, Jr. Dijelaskan bahwasanya setelah tahun 1865 keadaan telah berubah. Para imihgran mulai masuk membanjiri negara-negara di AS. Kota-kota besar mulai bermunculan. Tambang-tambang telah bermunculan seperti batu, baja dan minyak, yang mana adanya pengalian tmbang ini ditujukan untuk mendukung perindustrian (memberi bahan dan tenaga terhadap perindustrian). Perindustrian maju dan meluas karena di dorong oleh pendapatan-pendapatan baru dan meningkatnya jumlah penduduk. Fasilitas umum seperti jalan kereta api telah menjalar kemana-mana melintasi benua dan menghubungkan pantai. Tenaga listrik di pergunkan untuk penerangan, menjalankan mesin-mesin. AS mengisi daerah- daerahnya yang kosong dari pantai atlantik dan pasifik mencapai jumlah 76 juta sampai tahun 1900, dua kali lipat sebelum tahun 1865. Bahkan di katakan benua tidak cukup, sehingga mendorong mereka untuk berlomba-lomba dalam melakukan imperialisme dengan negara-negara eropa.
3.      Dengan dihancurkannya perbudakkan menunjukkan bahwa AS mampu mempertahankan prinsip demokrasi. Dalam buku ”Dari Koloni Djadi Salah Satu Negara Besar” karangan Franklin Escher, Jr. Juga di jelaskan bahwa setelah berakhirnya perang saudara amerika telah mampu meletakkan dasar-dasar negara dan telah terbentuk serta berkembang corak umum dari Individualisme Demokrasi. Selain itu dengan di hapuskannya perbudakan Amerika telah ampu membuktikan bahwa merupakan negara yang menjungjung tinggi hak asasi manusia (HAM).
Selain hasil-hasil positif tersebut diatas, Amerika Utara sebagai pihak yang menang perang, dihadapkan pada masalah-masalah ekonomi, sosial, dan politik. Hal ini merupakan dampak negative dadri perang saudara yang harusdi selesaikan oleh pihak utara sebagai pemenan.
  1. Ekonomi: berupa hancurnya perekonomian Selatan, karena perkebunan-perkebunan Selatan rusak akibat perang yang berlangsung selama 4 tahun. Perang yang terjadi cukup lama ketika pertempuran di lakukan tidak jarang merusak alam disektarmedan peperangan. Seperti di selatan yang perekonomian tergantun pada alam (karena Agraris) telah menjadi masalah bagi perekonomiannya. Di selata uang dan obligasi konfederal tidak berharga lagi.
  2. Sosial: berupa nasib para freedman. Bencana yang terjadi selama 4 tahun telah menghabiskan tenaga dan menimbulkan pertumpahan darah. Perang saudara telah meminta banyak korban jiwa  dan kehilangan harta-benda. Yang meninggal di fihak Federal kira-kira 360.000 ( hampir sama dengan korban perang pada PD II) selain kehilangan orang pihak selatan juga kehilangan rumah, ternak dan alat pengngkutan.
  3. Politik : berpisahnya 11 negara bagian di selatan pada waktu pecahnya perang dalam penyelesainya (penyatuannya) mengalami kesulitan. Karena rekonstruksi lunak yang direncanakan Lincoln di tentang oleh kongres dengan alasan bahwa mereka yang memisahkan diri harus dihukum seberat-beratnya.

















BAB 3. PENUTUP


3.1  Kesimpulan
Setelah membaca uraian di atas maka kita menyimpulkan bahwa perang saudara yang terjadi di Amerika adalah tidak terlepas dari beberapa hal,yaitu:  Perbudakan (faktor Utama Terjadinya Perang Saudara) dan Faktor Perang Saudara di Lihat dari Segi Ekonomi, Sosial Dan Politik di Amerika Serikat. Pada dasarnya masalah perbudakan merupakan masalah yang sangat sentimentil di Amerika Serikat. Adanya sentimentil ini pada akhirnya memecah negara-negara bagian di Amerika Serikat menjadi dua kubu yaitu bagian utara yang menentang perbudakan dan bagian selatan yang menganut perbudakan.
Sebenarnya telah terdapat beberapa perjuangan dalam menyelesaikan masalah perbudakan sebelum pecahnya perang, diantaranya : Kompromi Missouri, Kompromi 1850 dan Kansas-Nebraska Act. Namun jalan yang ditempuh ini hanya menyelesaikan permasalahan perbudakan sementara saja. Ketika terdapat negara bagian baru, baik utara maupun selatan saling berkompetisi untuk memperluas pengaruhnya, sehingga muncul permasalhan baru sampai pada akhirnya pecah perang Saudara.
21
 
Hal menarik yang perlu kita lihat adalah bahwasanya setelalh pereng saudara berakhir Amerika berkembang menjadi negara yang besra dan Adikuasa. Jadi, perang tidak selalu berdampak negative. Seperti halnya Perang saudara di AS, telah memberikan beberapa akibat positif. AS tetap merupakan satu kesatuan bahkan rasa kesatuan itu lebih kuat jika dibandingkan dengan sebelum Perang Saudara. Sesudah perang saudara berakhir keadaan Amerika memungkinkan untuk berkembang jadi  negara adikuasa. Dengan dihancurkannya perbudakkan menunjukkan bahwa AS mampu mempertahankan prinsip demokrasi. Namun tidak dapat dipungkiri perang juga berakibat negative yaitu berupa kerugian secara Meteri dan non materi, baik pihak yang kalah ataupun yang menang dalam peperang.

Selain hasil –hasil positif tersebut Amerika Utara sebagai pihak yang menang perang, dihadapkan pada masalah-masalah ekonomi, sosial, dan politik. ekonomi, berupa hancurnya perekonomian Selatan, karena perkebunan-perkebunan Selatan rusak akibat perang yang berlangsung selama 4 tahun. Sosial berupa nasib para freedman. Politik berupa adanya 11 negara Selatan dalam bidang ekonomi, sosial, dan politik.

3.2 Saran
Kami selaku penyusun makalah ini menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna, maka kami selaku penulis menerima kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi perbaikan makalah ini untuk kedepannya.

















 

DAFTAR PUSTAKA


Francis Whitney, ed. Keith W. Olsen. 2004 .Garis Besar Sejarah Amerika. Deplu AS.
Escher, Jr., Franklin. Dari Koloni Djadi Salah Satu Negara Besar .

Sumber Internet:
Microsoft Office. Encarta Encyclopedia @2008